Vitamin E adalah antioksidan intraseluler yang larut dalam lemak, berperan dalam menstabilkan asam lemak tak jenuh. Sifat antioksidan utamanya adalah mencegah pembentukan radikal bebas beracun dan oksidasi asam lemak tak jenuh dalam tubuh. Radikal bebas ini dapat terbentuk selama periode penyakit atau stres dalam tubuh. Selenium adalah nutrisi penting bagi hewan. Selenium merupakan komponen enzim glutathione peroksidase, yang berperan penting dalam perlindungan sel dengan menghancurkan agen pengoksidasi seperti radikal bebas dan asam lemak tak jenuh yang teroksidasi.
Kekurangan vitamin E (seperti ensefalomalasia, distrofi otot, diatesis eksudatif, masalah infertilitas) pada anak sapi, sapi, kambing, domba, dan babi. Pencegahan keracunan zat besi setelah pemberian zat besi pada anak babi.
Tidak ada efek samping yang tidak diinginkan yang dapat terjadi jika dosis yang diresepkan diikuti.
Untuk pemberian intramuskular atau subkutan:
Anak sapi, kambing, dan domba: 2 ml per 10 kg berat badan, ulangi setelah 2-3 minggu.
Babi: 1 ml per 10 kg berat badan, ulangi setelah 2-3 minggu.
Tidak ada.
Simpan di bawah 25ºC, di tempat yang sejuk dan kering, serta lindungi dari cahaya.