Infeksi saluran pencernaan dan pernapasan yang disebabkan oleh bakteri sensitif oksitetrasiklin seperti Bordetella, Bacillus, Coryebacterium, Campylobacter, E. coli, Haemophilus, Pasteurella, Salmonella, Staphylococcus dan Streptococcus spp. serta Mycoplasma, Rickettsia dan Chlamydia spp pada anak sapi pra-ruminansia, domba, kambing, babi, ayam, dan kalkun.
Untuk pemberian oral dengan air minum.
Anak sapi, kambing, dan domba: 20 mg oksitetrasiklin hidroklorida per 1 kg berat badan per hari, yaitu 400 mg bubuk melalui air minum per 10 kg berat badan selama 3-5 hari.
Hanya untuk anak sapi, anak domba, dan anak kambing pra-ruminan.
Ayam, kalkun, dan babi: 20 mg oksitetrasiklin hidroklorida per kg berat badan per hari, yaitu 400 mg bubuk dalam 1 L air minum selama 3-5 hari.
Untuk memastikan pemberian dosis yang tepat, berat badan harus ditentukan seakurat mungkin.
Konsumsi tergantung pada kondisi fisiologis dan klinis hewan. Kadar oksitetrasiklin hidroklorida harus disesuaikan agar hewan mendapatkan dosis yang tepat.
Jangan digunakan jika terjadi hipersensitivitas terhadap tetrasiklin.
Jangan digunakan pada hewan dengan gangguan fungsi hati dan/atau ginjal yang serius serta pada hewan dengan hipomotilitas gastrointestinal.
Jangan diberikan bersamaan dengan penisilin, sefalosporin, kuinolon, dan sikloserin.
Jangan diberikan kepada hewan dengan sistem pencernaan mikrobiologis yang aktif (kelinci, marmut, hamster, chinchilla, atau hewan herbivora kecil lainnya).
Perubahan warna gigi pada hewan muda.
Reaksi hipersensitivitas dapat terjadi.
Daging dan jeroan:
Anak sapi, kambing, domba, dan babi: 8 hari.
Ayam: 6 hari.
Kalkun: 9 hari.
Tidak untuk digunakan pada unggas yang memproduksi atau akan memproduksi telur untuk konsumsi manusia.
Simpan di bawah suhu 30℃, di tempat kering, dan lindungi dari cahaya.