Infeksi saluran pencernaan dan pernapasan yang disebabkan oleh mikroorganisme yang sensitif terhadap tylosin dan doksisiklin, seperti Bordetella, Campylobacter, Chlamydia, E. coli, Haemophilus, Mycoplasma, Pasteurella, Rickettsia, Salmonella, Staphylococcus, Streptococcus dan Treponema spp. pada anak sapi, kambing, unggas, domba dan babi.
Untuk pemberian secara oral.
Anak sapi, kambing, dan domba: Dua kali sehari, 5 g per 100 kg berat badan selama 3-5 hari.
Jumlah sediaan yang dibutuhkan dilarutkan dalam air minum, atau pengganti yang sudah ada, dan diberikan melalui botol atau dicampur dengan sedikit makanan dua kali sehari.
Unggas dan babi: 1 kg per 1000-2000 liter air minum selama 3-5 hari.
Larutan segar disiapkan setiap hari. Selama seluruh periode pengobatan, hewan muda dan unggas hanya boleh diberi air yang mengandung larutan tersebut.
Catatan: Hanya untuk anak sapi pra-ruminan, kambing, domba, dan anak kambing.
Hipersensitivitas terhadap tetrasiklin dan/atau tilosin.
Pemberian pada hewan dengan fungsi hati yang sangat terganggu. Pemberian bersamaan dengan penisilin, sefalosporin, kuinolon, dan sikloserin.
Pemberian kepada hewan dengan pencernaan mikroba aktif.
Untuk daging:
Anak sapi, kambing, dan domba: 14 hari.
Babi: 8 hari.
Unggas: 7 hari.
Tidak untuk digunakan pada hewan yang menghasilkan susu atau telur untuk konsumsi manusia.
Simpan di bawah suhu 30℃, di tempat kering, dan lindungi dari cahaya.