Doksisiklin termasuk dalam kelompok tetrasiklin dan bertindak sebagai bakteriostatik terhadap banyak bakteri Gram-positif dan Gram-negatif seperti Bordetella, Campylobacter, E.coli, Haemophilus, Pasteurella, Salmonella, Staphylococcus, dan Streptococcus spp. Doksisiklin juga aktif terhadap Chlamydia, Mycoplasma, dan Rickettsia spp. Kerja doksisiklin didasarkan pada penghambatan sintesis protein bakteri. Doksisiklin memiliki afinitas yang tinggi terhadap paru-paru dan oleh karena itu sangat berguna untuk pengobatan infeksi saluran pernapasan bakteri.
Ayam (broiler):
Pencegahan dan pengobatan penyakit pernapasan kronis (CRD) dan mikoplasmosis yang disebabkan oleh mikroorganisme yang sensitif terhadap doksisiklin.
Babi:
Pencegahan penyakit pernapasan klinis akibat Pasteurella multocida dan Mycoplasma hyopneumoniae yang sensitif terhadap doksisiklin.
Keberadaan penyakit dalam kawanan ternak harus dipastikan sebelum pengobatan dilakukan.
Untuk pemberian oral. Ayam (broiler): 11,5 – 23 mg doksisiklin hidroklorida/kg berat badan/hari, setara dengan 0,1 – 0,2 ml Doxysol Oral per kg berat badan, selama 3-5 hari berturut-turut. Babi: 11,5 mg doksisiklin hidroklorida/kg berat badan/hari, setara dengan 0,1 ml Doxysol Oral per kg berat badan, selama 5 hari berturut-turut.
Reaksi alergi dan fotosensitivitas dapat terjadi. Flora usus dapat terpengaruh jika pengobatan berlangsung sangat lama, dan ini dapat mengakibatkan gangguan pencernaan.
- Untuk daging & jeroan:
Ayam (broiler): 7 hari
Babi: 7 hari
- Telur: Tidak diperbolehkan untuk digunakan pada unggas petelur yang menghasilkan telur untuk konsumsi manusia.
Simpan di bawah 25ºC, di tempat yang sejuk dan kering, serta lindungi dari cahaya.